<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7175757996508356936</id><updated>2012-02-15T22:54:55.503-08:00</updated><title type='text'>Medical Experience Learning</title><subtitle type='html'>Not give u medical lessons learning but medical experience learning</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Medical Experience Learning</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06474879544762481136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_6S18_lIaA1Y/S_i6KZivmXI/AAAAAAAAABY/EJclV28TbMc/S220/DSCN3174.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7175757996508356936.post-7821148258078076385</id><published>2010-04-05T07:47:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T08:15:22.727-07:00</updated><title type='text'>15th Note : Lepra dan Mata Seorang Professor...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang laki-laki usia sekitar 28 tahun ke atas datang ke poli Kulit dan Kelamin tempat saya belajar semasa sebagai dokter muda. Laki-laki itu ingin kontrol tentang penyakitnya namun ini baru pertama kali ia datang ke kemari. Pasien dilayani oleh seorang residen DV dan masuk ke poli umum pria. Dari anamnesis pemeriksaan residen tampak kebingungan dan memerlukan konsul dengan staf yang bertugas saat itu. Dan kebetulan yang bertugas saat itu adalah Prof.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari itu adalah hari pertama saya masuk ke poli. Belum banyak yang saya ketahui. Dalam hati saya bertanya kenapa pasien ini harus dikonsulkan dengan Prof.? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa saat kemudian Prof. datang. Dengan sekali lihat wajah pasien sekejap diagnosis pun muncul keluar dari mulutnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tampaknya ini adalah pasien lepra," kata Prof.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian Prof menganamnesis dan memeriksa pasien tersebut. Dari anamnesis dan pemeriksaan yang dilakuka Prof. tampak jelas bahwa pasien ini adalah pasien lepra, tetapi prof juga tidak menyatakan 1 diagnosis. Dijelaskan pula beberapa diferensial diagnosis yang mungkin selain lepra. Saya bersama teman dan residen menyimak dengan seksama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lepra adalah penyakit yang dikenal pula dengan istilah "the great imitator". Tak jarang pada fase awal dokter umum akan mengira ia adalah tinea atau PVC. Namun jika sudah lanjut beberapa tanda dan gejala akan muncul. Tetapi yang paling sulit lagi ketika pasien lepra putus obat. Beberapa gejala dan tanda lepra yang muncul mungkin tidak adekuat untuk dapat menegakkan diagnosis lepra. Pemeriksaan lab pun kadang bisa pula negatif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengobatan lepra termasuk pengobatan yang butuh kesabaran dan kesungguhan dari pasien sebab jangka waktunya lama. Pasien harus rajin dan kontrol rutin. Oleh karenanya perlu edukasi terhadap pasien sampai dia paham. Hampir sama dengan pengobatan pasien TB Paru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasien kali ini adalah pasien yang telah putus obat sehingga bukan hal yang mudah untuk menegakkan diagnosis lepra.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendapat pasien lepra di hari pertama masuk stase DV saat itu seperti mendapat durian runtuh, kami ambil pasien tersebut sebagai kasus dan kami coba ajukan kepada pembimbing dokter muda saat itu. Sayang seribu sayang kasus kami ditolak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembimbing meminta mencari pasien lepra yang baru dan mempunyai tanda dan gejala yang khas yang muncul. Pasien kali ini bukanlah pasien yang biasa. Hanya mata Prof dengan sekali lihat dia dapat mengenali dan mendiagnosis dengan tepat bahwa pasien ini adalah pasien lepra.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya mata dokter muda/koas hanya dapat menilai pasien ini cocok untuk memenuhi sarat administrasi saja atau tidak... &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang butuh jam terbang untuk dapat mencapai mata seorang Prof. Belajar menjadi dokterl ayaknya belajar menjadi pendekar. Perlu kedisiplinan dan sikap keteguhan hati untuk memulai dari hal yang kecil dan selalu berani memulai dari bawah. Pendekar yang hebat bukanlah pendekar yang dibentuk dalam periode instan. Ia akan matang seiring waktu dan dibentuk dengan sikap dan keteguhan hati bahwa jalan pendekar adalah jalan yang terus belajar sepanjang hayat. Selama jalan yang dijalani benar ia tidak boleh ragu, walau kadang seribu rintangan akan terus menghalangi agar seorang dokter keluar dari jalan pendekar tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7175757996508356936-7821148258078076385?l=medicalexperiencelearning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/feeds/7821148258078076385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7175757996508356936&amp;postID=7821148258078076385' title='37 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/7821148258078076385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/7821148258078076385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/2010/04/15th-note-lepra-dan-mata-seorang.html' title='15th Note : Lepra dan Mata Seorang Professor...'/><author><name>Medical Experience Learning</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06474879544762481136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_6S18_lIaA1Y/S_i6KZivmXI/AAAAAAAAABY/EJclV28TbMc/S220/DSCN3174.JPG'/></author><thr:total>37</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7175757996508356936.post-3391650457874817460</id><published>2009-11-17T08:57:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T09:33:45.882-08:00</updated><title type='text'>14th Note : Unconscious...</title><content type='html'>Seorang anak wanita usia sekitar 6 bulan berada di sebuah ruang isolasi bangsal anak tempat aku menjalankan stase anak sebagai dokter muda. Anak tersebut punya penyakit keganasan darah dengan berbagai penyulit, saat ini kondisinya rewel. Makan dan minum sulit.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari itu hari pertama aku masuk stase anak dan di hari itu pula aku jaga. Berat! Tapi aku berusaha menikmati. Aku jaga di bangsal itu sendirian. Cerita ini tidak dapat kudeskripsikan dengan jelas riwayat dan pemeriksaan fisik yang bisa kunilai sebagaimana cerita-cerita sebelumnya. Semuanya serba pertama pada saat itu. Tapi ini cerita paling berkesan selama aku menjalani masa sebagai dokter muda di stase anak. Ini aku ceritakan dengan bahasa yang sangat awam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anak itu menangis rewel terus...sampai-sampai sang ibu pun tampak jelas raut kelelahan dan kebosanannya. Sang ibu ingin bisa istirahat sejenak. Aku pun mencoba mempelajari status pasien tetapi masih sulit bagiku memahami ini, karena hari itu semua serba pertama bagiku. Residen memerintahkan aku mengawasi ketat tanda vital anak tersebut. Alasannya kenapa itu yang kucari. Hingga akhirnya tengah malam tiba...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku telah mefollow up vital sign terakhir anak ini 1 jam lalu. Sang ibu keluar dengan nada bingung beliau bertanya,"Dok, tadi anak saya menangis rewel terus, sekarang kok diam ya,apa tidur ya dok?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku masuk ke ruangan dan memeriksa. Ku lihat ada sesuatu yang abnormal. Kuperiksa tanda vital. Ternyata kok lambat. Napasnya pun kulihat bukan napas layaknya seorang yang tidur. Kuperiksa pupil matanya. Lho kok melebar. Langsung aku mengetahui anak ini tidak sadarkan diri bukan tertidur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Stase sebelum anak adalah stase ilmu penyakit saraf. Dari pupil kita bisa mengetahui status kesadaran seseorang dan tingkat kerusakannya di daerah mana secara anatomi. Hanya modal ini saja yang membuat aku dengan segera menelpon residen yang bertugas jaga saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Residen awalnya ragu dengan laporanku, tapi ku laporkan apa yang bisa membuat residen itu bisa segera datang ke bangsalku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa menit kemudian residen datang dan memeriksa. Ternyata laporanku benar segera kami melakukan resusitasi pada anak tersebut untuk menyelamatkan nyawa sang anak. Berbagai tindakan resusitasi dilakukan beberapa orang residen dihubungi untuk membantu resusitasi dan segera menyiapkan PICU. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tengah malam yang penuh ketegangan. Hingga akhirnya tangis itu keluar....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Plonk rasanya anak tersebut bisa "kembali" sang ibu pun menangis padahal sebelumnya hanya bisa memandang semu dan membaca doa sebisanya dan membaca surat Yasin yang dibawanya...Namun kondisi masih belum stabil. Perlu pengawasan yang ekstra ketat mengenai tanda vital anak tersebut sebab PICU saat itu penuh dan belum bisa sang anak dipindahkan ke sana segera.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pandanganku saat itu berubah 180 derajat. Sungguh berharga arti nyawa...dan sungguh menjadi orang tua bukanlah sekedar memadu cinta kasih tetapi lebih dari itu adalah perjuangan demi seorang makhluk yang disebut anak...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tangis banyak mengartikan sebagai tanda kelemahan. Tangis bagi seorang bayi atau anak adalah tanda komunikasi.Anak bukanlah separuh orang dewasa juga bukan makhluk yang lemah. Tapi juga makhluk yang berjuang dengan bentuk yang sederhana untuk bisa hidup dengan komunikasi yang disebut menangis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyak orang tua yang tak tahan dengan tangis dan rewelan seorang anak sehingga membuatnya menjadi cuek. Tetapi malam itu aku mempelajari tangis adalah sebuah syukur. Syukur menghirup dunia yang penuh perjuangan walau kadang tak indah. Bayi yang terlahir ke dunia diawali dengan tangis dan tangis bahagia juga dari kedua orang tua.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyak yang bisa dipelajari dari tangis seorang bayi. Dan bila bisa memahaminya sungguh indah rasanya bila hidup ini diisi berjuang untuk seorang makhluk bernama anak...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7175757996508356936-3391650457874817460?l=medicalexperiencelearning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/feeds/3391650457874817460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7175757996508356936&amp;postID=3391650457874817460' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/3391650457874817460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/3391650457874817460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/2009/11/14th-note-unconscious.html' title='14th Note : Unconscious...'/><author><name>Medical Experience Learning</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06474879544762481136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_6S18_lIaA1Y/S_i6KZivmXI/AAAAAAAAABY/EJclV28TbMc/S220/DSCN3174.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7175757996508356936.post-8234992203417213103</id><published>2009-07-30T02:25:00.000-07:00</published><updated>2009-08-20T07:33:15.294-07:00</updated><title type='text'>13 th Note : Febrile Seizure...</title><content type='html'>Seorang anak perempuan dibawa ibunya datang ke rumah sakit oleh karena mendadak tiba-tiba demam tinggi dan beberapa saat kemudian mengalami kejang. Kejang seluruh tubuh, dan setelah kejang anak tertidur, kejang berlangsung sekali, durasi selama 3 menit. Anak ini berusia 3 tahun dan ini pertama kalinya ia mengalami kejang seperti ini. Ibunya khawatir dan cemas sekali melihat kondisi anaknya. Seingat beliau dalam keluarganya tidak ada yang pernah mengalami riwayat yang serupa. Anak tersebut merupakan anak pertama. Ibunya mengatakan untuk mendapatkan anak tersebut ia telah berusaha selama lebih kurang 8 tahun. Bapak dari anak tersebut sedang tugas di luar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat lain didapatkan batuk pilek pada anak tersebut. Namun kejang hanya berlangsung sekali kemarin. Kini anak tidak kejang namun masih tetap demam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejang demam adalah kejang oleh karena demam yang merupakan proses dari ekstrakranial. Kejang demam ada dua macam. Simple dan komplek. Kejang demam ini dapat terjadi berulang bila demam dan proses ekstrakranial tidak diatas. Anak usia 6 bulan-5 tahun sering mengalami kejadian ini. Fisiologiskah kejang demam ini? Mengurangi intelektualitas anakkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu orang tua mana yang ingin anaknya memilki nilai intelektual yang rendah. Tapi orang tua memiliki kasih sayang yang membuat seorang anak Syndrome Down sekalipun dapat menjadi seorang pianis kelas dunia?&lt;br /&gt;Intelektualitas merupakan salah satu bagian dari kemampuan hidup manusia. Namun, dengan intelektualitas yang rendah, masih berhargakah hidup manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang mengagungkan intelektualitas, kecerdasan otak. Namun untuk hidup tidak cukup hanya dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pernyataan yang mengatakan, &lt;em&gt;"Kecerdasan bisa diajarkan, namun kerajinan, ketekunan, kesabaran, kegigihan, dan kasih sayang tidak bisa diajarkan. Itu adalah bawaan alamiah seorang manusia,"&lt;/em&gt; (Atul Gawande dalam buku Komplikasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengatakan pada pasien ini proses terjadinya kejang demam. Selain itu apakah tidak mungkin saya sebagai calon dokter dulunya waktu seumuran anak ini pernah mengalami kejang demam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bukanlah manusia yang sejak lahir hingga saat ini tidak pernah sakit. Kita lahir dari tidak tahu apa-apa hingga pada akhirnya diberi nikmat untuk mengajarkan apa-apa yang kita tahu lewat pena dan lisan. Ajarkan kebaikan itu walau hanya satu hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Sebaik-baik orang tua adalah memberikan yang terbaik untuk anaknya.Yang terbaik itu adalah kasih sayang dan cinta...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7175757996508356936-8234992203417213103?l=medicalexperiencelearning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/feeds/8234992203417213103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7175757996508356936&amp;postID=8234992203417213103' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/8234992203417213103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/8234992203417213103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/2009/07/13-th-note-febrile-seizure.html' title='13 th Note : Febrile Seizure...'/><author><name>Medical Experience Learning</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06474879544762481136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_6S18_lIaA1Y/S_i6KZivmXI/AAAAAAAAABY/EJclV28TbMc/S220/DSCN3174.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7175757996508356936.post-1201901231832705361</id><published>2009-07-29T00:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T02:22:59.937-07:00</updated><title type='text'>12 th Note : Chronic Diarrhea...</title><content type='html'>Seorang anak laki-laki usia 8 tahun datang ke RS dengan keluhan diare kronik dan kondisi anaknya semakin lemah. Didapatkan riwayat anak ini mengalami diare sejak usia 3 tahun hingga saat ini. Sebelum usia 3 tahun anak ini pertumbuhan dan perkembangannya normal. Riwayat persalinan lahir pervaginam dengan Berat Bayi Lahir Cukup. Riwayat imunisasinya lengkap. Saat datang anak tampak rewel, matanya cowong, turgor elastisitasnya masih normal. Anak tersebut nampak haus, konjungtiva matanya anemis. Ia juga nampak menahan sakit. Anak tersebut minta ibunya untuk menyuapi makan. Kebetulan waktu itu siang hari dan anak tersebut minta makan siang. Tapi ibu ini cerita anak ini selalu kalau habis makan pasti diare beberapa saat kemudian. Ini sudah berlangsung selama 5 tahun. Orang tua telah membawa anak ini berobat dan menginap di berbagai rumah sakit di sekitar daerah Banyumas dan Purwokerto. Dilihat dari penampakan fisik anak ini mengalami gizi buruk tipe marasmik. Tampak perutnya ascites. Dan ia memakai popok kering tampak pantat dan daerah sekitar analnya hiperemis, mungkin karena iritasi dan sering gesekan dengan feses, dan pantas anak ini merasa sakit menahan perih. Tangan kanannya ada 6 jari namun tidak ada edema pada ekstremitasnya. Tanda vitalnya TD : 90/60 mmHg, N : 120/menit, R : 28/menit, t : 37 derajat Celcius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan siang beberapa saat kemudian ternyata benar, anak tersebut BAB cair dan sayur mayur dan wortel yang tadi di makan keluar dengan utuh. Saya melihat langsung ke popok sambil menahan bau BABnya. Anak tersebut menangis. Sela beberapa jam kemudian hasil laboratoriumnya tiba. Astagfirullah...Hb anak ini nilanya 1! Yang benar aja sungguh luar biasa anak ini bisa bertahan. Lab kemudian diulang dan hasilnya hanya berubah sedikit, Hbnya 2,1 g/dl. Sungguh subhanallah anak laki-laki dengan usianya yang 8 tahun dan selama 5 tahun dapat bertahan. Saat sore saya tengok anak tersebut afeknya tampak sedih, dan depresi. Ia juga hanya mau ngobrol dengan orang-orang tertentu. Saya coba hibur dan mengajaknya ngobrol tapi dia masih acuh. Transfusi darah pun disiapkan untuk anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi esok hari, visit dengan staf dimulai. Staf hari tersebut tampak bingung dengan kondisi anak ini. Rencana diet dan terapi dibuat sesuai dengan kondisi anak tersebut. Anak tersebut harus mendapat diet bertahap. Pada kasus gizi buruk tidak boleh seorang anak mendapat diet yang terlalu banyak secara tiba-tiba hal ini akan dapat menyebabkan &lt;em&gt;refeeding syndrome&lt;/em&gt;. Anak tersebut telah terbiasa beradapatasi dengan kondisinya yang serba "kekurangan" sehingga ia bisa bertahan selama 5 tahun ini. Sungguh Alloh Maha Besar menciptakan manusia kemampuan untuk bertahan hidup dan ini tampak pada seorang anak-anak! Timbang badan rutin tiap hari dilakukan untuk evaluasi harian. Hingga akhirnya evaluasi menunjukkan anak ini harus dirujuk ke para ahli di Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak bukanlah separuh dari orang dewasa, ia juga bukan replika dari seorang ayah atau ibu. Anak adalah manusia yang punya kemampuan bertahan hidup. Ia adalah harta yang paling berharga yang dititipkan Alloh kepada kedua makhluk yang disebut ayah dan ibu. Membesarkan seorang anak bukan hanya layaknya dipandang investasi bagi ayah dan ibu, dan juga layaknya robot yang diprogram untuk nantinya mematuhi dan menjalankan apa yang selalu diinginkan oleh keduanya. Ia punya dunianya menyayangi, memahami, mendidik, dan menghargainya sebagai makhluk juga perlu diperhatikan. Apalagi dalam kondisi anak yang serba kekurangan menyayangi sepenuh hati sudahlah seharusnya. Sungguh luar biasa kedua orang tua anak ini beliau telah berikhtiar selama 5 tahun. Pengorbanan yang tidak sedikit dan dalam waktu yang tidak sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan saya menuliskan sebuah lirik lagu ciptaan Mike Tramp, "&lt;em&gt;When the children sing let's the new world begin..." &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kegembiraan dan keriangan seorang anak membawa dunia baru bagi sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kesembuhan diberikan Alloh padamu dan dapat segera sehat kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7175757996508356936-1201901231832705361?l=medicalexperiencelearning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/feeds/1201901231832705361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7175757996508356936&amp;postID=1201901231832705361' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/1201901231832705361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/1201901231832705361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/2009/07/12-th-chronic-diarrhea.html' title='12 th Note : Chronic Diarrhea...'/><author><name>Medical Experience Learning</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06474879544762481136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_6S18_lIaA1Y/S_i6KZivmXI/AAAAAAAAABY/EJclV28TbMc/S220/DSCN3174.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7175757996508356936.post-3437841792885384371</id><published>2009-07-27T03:24:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T02:41:00.693-07:00</updated><title type='text'>11th Note : My Way...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;And now, the end is near;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;And so I face the final curtain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;My friend, I'll say it clear,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I'll state my case, of which I'm certain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I've lived a life thats full.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I've traveled each and evry highway;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;And more, much more than this,I did it my way.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Regrets, I've had a few;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;But then again, too few to mention.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I did what I had to do&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;And saw it through without exemption.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I planned each charted course;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Each careful step along the byway,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;But more, much more than this,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I did it my way.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yes, there were times, I'm sure you knew&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;When I bit off more than I could chew.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;But through it all, when there was doubt,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I ate it up and spit it out.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I faced it all and I stood tall;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;And did it my way.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I've loved, I've laughed and cried.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I've had my fill; my share of losing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;And now, as tears subside,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I find it all so amusing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;To think I did all that;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;And may I say - not in a shy way,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;No, oh no not me,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I did it my way.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;For what is a man, what has he got? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;If not himself, then he has naught.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;To say the things he truly feels;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;And not the words of one who kneels.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;The record shows I took the blows &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-And did it my way!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;by Frank Sinatra...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-a56e2b7d8c85f2c4" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v23.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3Da56e2b7d8c85f2c4%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1333119241%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D4383562E007FDB02E19F6C5E72D3411FD7179ADB.60BA62BE8D431223CFDE712649841B76F2B71B4A%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Da56e2b7d8c85f2c4%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DaOfNw3CaC3N7oVxnECI0QBU-EQw&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v23.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3Da56e2b7d8c85f2c4%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1333119241%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D4383562E007FDB02E19F6C5E72D3411FD7179ADB.60BA62BE8D431223CFDE712649841B76F2B71B4A%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Da56e2b7d8c85f2c4%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DaOfNw3CaC3N7oVxnECI0QBU-EQw&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7175757996508356936-3437841792885384371?l=medicalexperiencelearning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=a56e2b7d8c85f2c4&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/feeds/3437841792885384371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7175757996508356936&amp;postID=3437841792885384371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/3437841792885384371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/3437841792885384371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/2009/07/11th-my-way.html' title='11th Note : My Way...'/><author><name>Medical Experience Learning</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06474879544762481136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_6S18_lIaA1Y/S_i6KZivmXI/AAAAAAAAABY/EJclV28TbMc/S220/DSCN3174.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7175757996508356936.post-9198713695488138294</id><published>2009-05-24T23:21:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T01:46:20.921-07:00</updated><title type='text'>10th : Stroke...</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Seorang laki-laki, katakanlah usianya telah senja, 70 tahun lebih, datang tiba-tiba ke RS dengan penurunan kesadaran saat beraktivitas harian di rumah. Saat muda ia adalah perokok berat dan telah lama mengalami hipertensi, lebih kurang 15 tahun. Dia juga mempunyai diabetes mellitus semenjak 10 tahun yang lalu. Sebelum hipertensi dan diabetes mellitus ia idap ia merupakan orang yang obesitas. Pekerjaannya dulu adalah seorang pengusaha dan ia merupakan pengusaha sukses dengan puluhan anak cabang usaha. Pria ini beristri 1 wanita dan  punya  2  orang  anak. Kehidupannya dulu bagai surga dunia. Namun, kini surga itu serasa tinggal kenangan, ia sekarang terbaring lemah tak sadar dan tampak mengalami paralisis N.VII UMN. Hanya doa dari istri tercinta dan kesibukan kedua anaknya menjalankan yang menjadi ikhtiar untuk membantunya segera dapat pullih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stroke adalah suatu serangan mendadak yang disertai adanya defisit neurologis yang disebabkan penyakit serebrovaskular. Stroke ini dapat terjadi dengan diawali oleh sakit kepala yang begitu berat  lalu kemudian terjadi penurunan kesadaran namun dapat pula terjadi tanpa diawali oleh gejala-gejala apapun. Banyak orang mempunyai resiko untuk berkembang dengan stroke. Merokok, hipertensi, diabetes mellitus, obesitas adalah beberapa contoh dari faktor resiko terjadinya stroke. Stroke merupakan penyebab kematian no.3 di dunia. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seorang yang mengalami stroke ia akan mengalami defisit neurologis yang mana defisit neurologis ini membuatnya menjadi berkurang kualitas hidupnya. Begitu banyak penyakit di dunia namun penyakit stroke merupakan penyakit yang begitu cepat menyerang dan menurunkan kualitas hidup seseorang. Stroke semacam bom waktu dari sebuah kumpulan penyakit kronis. Seorang yang mengidap penyakit jantung dan pembuluh darah yang lama dan penyakit ginjal kronik tak tahu kapan bom yang bernama stroke itu menyerang mereka sewaktu-waktu. Dan ketika bom itu meledak…PET! Hilanglah kesadaran…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketika hilang kesadaran alhamdulillah Alloh SWT memberikan tubuh kita kemampuan untuk “berkomunikasi” kepada para dokter. Fisik mereka akan mengatakan,”Dok tubuh saya tidak bisa digerakkan sebelah,” Jantung mereka akan bekerja untuk membantu mengirim suplai darah ke otak yang cukup dan napas mereka menjadi diatur sepenuhnya oleh otak yang “cacat”. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika kita tahu penyebab stroke yang tersering adalah suatu “trombosis” . Trombosis hanya suatu sumbatan kecil dari lemak, biasanya, namun berefek sangat luas bagi hidup. Satu sumbatan dari trombus maka seketika itu juga PET!! Hilang kesadaran dan jika kita selamat maka kemampuan bicara, menulis, dan lainnya seperti hilang. Sayangi tubuh kita, mulailah dari sekarang sebab terkadang kitalah sendiri yang mendzolimi tubuh ini. Hentikan merokok ubahlah gaya hidup yang tidak sehat dan kontrollah tekanan darah Anda bila Anda mengalami hipertensi…Waspadalah terhadap S-T-R-O-K-E&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7175757996508356936-9198713695488138294?l=medicalexperiencelearning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/feeds/9198713695488138294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7175757996508356936&amp;postID=9198713695488138294' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/9198713695488138294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/9198713695488138294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/2009/05/10th-stroke.html' title='10th : Stroke...'/><author><name>Medical Experience Learning</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06474879544762481136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_6S18_lIaA1Y/S_i6KZivmXI/AAAAAAAAABY/EJclV28TbMc/S220/DSCN3174.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7175757996508356936.post-9050485470487861729</id><published>2008-08-31T08:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T09:27:34.225-07:00</updated><title type='text'>9th: Ca Mammae Sinistra T4N0M1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang ibu dengan 2 orang anak, sebut saja Ny. P, kontrol rutin ke rumah sakit. Ibu ini sebelumnya ada riwayat post op. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;modified radical mastectomy&lt;/span&gt; kira-kira 4 bulan yang lalu. Singkat cerita ibu ini awalnya terdiagnosis Ca Mammae Dekstra T4N2M0 dan kini telah dioperasi.&lt;br /&gt; Hasil kontrol dokter "merasa" menemukan ada benjolan di payudara kiri.  Dokter tersebut menyarankan untuk pemeriksaan penunjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Ca mammae dikenal TRIPLE DIAGNOSTIK  untuk menegakkan diagnosis, yaitu : pemeriksaan klinis, mammografi/USG, dan AJH. Ibu ini dari pemeriksaan klinis masih suspek ada massa. Apalagi ia ada riwayat keganasan dari payudara kanan maka ini merupakan faktor resiko keganasan metastase ke payudara kiri. Dari anamnesis, ibu ini tidak mempunyai riwayat keluarga yang mengalami keganasan, khususnya Ca Mammae. Beliau adalah orang pertama dalam keluarga yang mengalami keganasan. Ibu ini juga sedang memakai spiral selama 8 tahun sampai sekarang. Ibu ini dilakukan pemeriksaan AJH. Kemudian setelah di AJH ibu ini merasa benjolan di payudara kiri makin membesar. Ibu tersebut kembali kontrol dan berniat berobat ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dari kontrolnya ditemukan bahwa mammae kiri ibu tersebut menunjukkan gambaran fisik : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dimpling &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;peau d' orange&lt;/span&gt;. Waduh gawat! Ternyata benjolan ini membesar dan menginvasi jaringan sekitar dengan cepat. Gambaran ini telah menunjukkan bahwa ibu telah pada T4. Palpasi limfonodi aksilaris tidak menemukan adanya pembesaran. Hasil AJH menunjukkan positif keganasan dan ini sudah masuk metastase jauh dari Ca mammae dekstra, dengan demikian N0 dan M1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah terdapat metastase maka perlu dilakukan terapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;neoadjuvan&lt;/span&gt;. Ibu ini tidak boleh langsung dioperasi! Kemoterapi pun harus diberikan. Kondisi ibu juga perlu diawasi. Komplikasi-komplikasi siap menghinggapi sang Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya begitu banyak penyakit yang ganas namun tiada penyakit ganas yang paling ditakuti kecuali kanker. Penyakit ini tidak pernah disadari awalnya. Ada trias terjadinya kanker : inisiasi, promosi, dan progresi. Tahap inisiasi tidak pernah kita sadari namun promosi kanker sadar atau tidak terkadang kitalah yang membuatnya sendiri. Dan setelah tahap progresi berkembang barulah  kanker ini terdeteksi dan  mulai diobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, usaha untuk prevensi kini makin digalakkan. Prevensi seperti apa yang harus digalakkan? Sementara kesadaran kita juga masih belum dibentuk dengan baik di samping terbatasnya alat diagnostik yang spesifik untuk dapat melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;screening&lt;/span&gt;. Sesungguhnya penyakit yang kita derita terkadang bukan berasal dari mana-mana melainkan dari kelalaian diri kita sendiri. Diri kita sendiri sering menyebabkan tubuh ini sakit, kita seolah tidak pernah tahu bagaimana harus bersyukur terhadap tubuh yang telah diciptakan sempurna ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung bagi seorang muslim ada sebuah bulan di mana pada bulan ini tubuh kita dibuat kembali "berdzikir" mengingat penciptaNya. Namun apakah kita sadar dan istiqomah pada bulan tersebut untuk memanfaatkan bulan tersebut? Ya bulan itu kini telah datang, bulan Ramadhan. Sesungguhnya keganasan terburuk yang susah disembuhkan bukan cuma "keganasan perilaku" tetapi "keganasan hati". Keganasan hati yang membuat buta bahwa  kita perlu untuk  berobat kembali pada pencipta, Alloh Swt. Bagaimana berobatnya?  Pahami  kitab-Mu dan amalkan apa yang Rasulullah ajarkan. Semoga Ramadhan ini memberikan kesembuhan bagi "keganasan hati" dan memperolah malam Laitul Qadr, sebuah malam yang InsyaAlloh merupakan "obat termujarab" jika kita sadar untuk bersiap bahwa "Saya ingin sembuh dan kembali dalam sebaik-baik bentuk pada-Mu, ya Rabbku, Alloh Swt.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7175757996508356936-9050485470487861729?l=medicalexperiencelearning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/feeds/9050485470487861729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7175757996508356936&amp;postID=9050485470487861729' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/9050485470487861729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/9050485470487861729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/2008/08/9th-ca-mammae-sinistra-t4n0m1.html' title='9th: Ca Mammae Sinistra T4N0M1'/><author><name>Medical Experience Learning</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06474879544762481136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_6S18_lIaA1Y/S_i6KZivmXI/AAAAAAAAABY/EJclV28TbMc/S220/DSCN3174.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7175757996508356936.post-1216863819908123654</id><published>2008-08-20T09:10:00.001-07:00</published><updated>2008-08-20T09:18:52.873-07:00</updated><title type='text'>8th Note: Ayat-ayat Menuntut Ilmu...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Berikut ini adalah nasihat berharga yang ditinggalkan oleh seorang ‘alim yang mulia yang kini telah tiada. Keharuman ilmunya yang semerbak tetap dinikmati oleh para penuntut ilmu yang ingin meraup faidah darinya, Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz, semoga Allah merahmatinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Kuwasiatkan bagi seluruh kaum muslimin untuk bertakwa kepada Allah  dan mempelajari agama di berbagai madrasah ataupun tempat menuntut ilmu agama lainnya, dan hendaknya mereka bertanya kepada ulama mengenai hukum-hukum agama yang masih menjadi permasalahan bagi mereka, karena Allah ta’ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt; “Dan bertanyalah kepada orang-orang yang berilmu, jika kalian tidak mengetahui.” (Al-Anbiya: 7)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Rasulullah  bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memahamkannya dalam agama.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Adapun perkara yang paling penting dalam menuntut ilmu adalah membaca Al Qur’an Al Karim dan memahami maknanya, serta mencurahkan perhatian dan mempelajari sunnah-sunnah Rasulullah , juga mengambil faidah dari kitab-kitab ahlus sunnah, kitab tafsir Al Qur’an Al Karim, dan kitab-kitab yang menerangkan hadits-hadits Nabi  buah karya para ulama yang terkenal dengan keilmuannya, kebaikan agama dan akidahnya. Rasul  bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt; “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Beliau  juga mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;“Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Dan tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu dari rumah-rumah Allah mereka membaca Kitabullah dan saling mengajarkannya di antara mereka, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi oleh rahmah, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka kepada siapa saja yang ada di sisi-Nya. Barangsiapa yang berlambat-lambat dalam amalannya, niscaya tidak akan bisa dipercepat oleh nasabnya.” (HR. Muslim dalam Shahih-nya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Telah diketahui bahwasanya mempelajari syariat Allah -yang untuk tujuan itulah manusia diciptakan- adalah kewajiban yang paling penting. Allah telah memudahkan jalan untuk menuntut ilmu bagi semua orang, baik itu melalui siaran Idza’ah Al Qur’an Al Karim1, Nur ‘alad Darb2 maupun halaqah-halaqah ilmu yang diadakan di masjid, atau melalui kajian intensif ilmiah dan media yang lain. Seorang mukmin ataupun mukminah wajib untuk memperhatikan dan mengambil faidah darinya, di mana pun dia berada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Yang perlu diperhatikan adalah larangan menyimak segala sesuatu yang dapat merusak hati dan akhlak, seperti nyanyian, kaset-kaset yang menyimpang, atau pun alat-alat musik. Semua ini merusak hati dan akhlak, sehingga wajib untuk memperingatkannya dan menasihatkan untuk meninggalkannya, dalam rangka mengamalkan firman Allah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;“Demi masa. Sesungguhnya manusia berada di dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan orang-orang yang saling berwasiat dengan al haq dan saling berwasiat di dalam kesabaran.” (Al-‘Ashr: 1-3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Dan sabda Nabi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;“Agama ini adalah nasihat.” Kemudian ditanyakan kepada beliau, “Untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau mengatakan, “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, dan untuk para imam kaum muslimin dan orang-orang awam di kalangan mereka.” (Shahih, HR. Muslim dalam Shahih-nya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Perkara yang harus diperhatikan sungguh-sungguh dan harus saling diwasiatkan oleh kaum muslimin semuanya, adalah menyeru manusia kepada Allah  dan memerintahkan mereka pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Karena hal ini merupakan sebab terbesar yang dapat memperbaiki hati dan masyarakat. Dengannya kemuliaan mereka akan tampak dan kehinaan akan tertutupi. Dalil-dalil tentang hal ini sangatlah banyak, di antaranya surat Al-‘Ashr dan hadits Ad-Diinu An-Nashihah di atas, termasuk pula firman Allah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;“Dan saling tolong-menolonglah kalian di dalam kebaikan dan takwa dan janganlah kalian saling tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah: 2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;“Dan orang laki-laki yang beriman dan wanita yang beriman adalah wali sebagian yang lain. Mereka saling memerintahkan kepada hal yang ma’ruf dan melarang kepada yang mungkar dan mereka mendirikan shalat dan mereka menunaikan zakat. Dan mereka menaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang selalu dirahmati oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mulia dan Maha Sempurna Hikmah-Nya.” (At-Taubah: 71)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Dan sabda Nabi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia mendapatkan pahala semisal dengan orang yang melakukannya.” (Shahih, HR. Muslim dalam Shahih-nya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;“Barangsiapa di antara kalian yang melihat satu kemungkaran hendaknya ia mengubah dengan tangannya, apabila ia tidak mampu maka hendaknya ia mengubahnya dengan lisannya, namun apabila ia tidak mampu maka dengan hatinya dan ini adalah selemah-lemah keimanan.” (Shahih, HR. Muslim dalam Shahih-nya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Di samping itu masih banyak ayat-ayat serta hadits-hadits dalam masalah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Tidak diragukan lagi bahwa kewajiban para pengajar lebih berat daripada kewajiban murid-muridnya. Wajib bagi mereka untuk memperhatikan anak didiknya dan mengarahkan mereka agar memiliki akhlak mulia, sifat-sifat yang terpuji serta mengamalkan apa yang telah mereka ketahui. Kewajiban para pengajar wanita adalah bertakwa kepada Allah dalam mendidik murid-murid perempuan mereka, dan mengajarkan kepada mereka akhlak mulia yang dilandasi oleh agama dan aqidah yang benar di dalam setiap pelajaran dan nasihat, sehingga akan muncul generasi yang shalih dari kalangan para pelajar dan pengajar, kelak di kemudian hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Kewajiban para pengajar merupakan sesuatu yang besar, demikian pula dakwah kepada Allah ta’ala merupakan kewajiban yang besar bagi setiap orang. Oleh karena itu, setiap orang yang berilmu wajib mengajari anak-anaknya serta keluarganya dan selain mereka sesuai kemampuannya. Begitu pula setiap wanita yang berilmu, wajib mengajari anak-anak, saudara perempuannya dan para wanita di sekelilingnya. Hendaknya ia mengambil kesempatan dalam pertemuan-pertemuan, seperti walimah dan yang lainnya, untuk berdakwah kepada Allah dan memerintahkan perkara yang ma’ruf serta mencegah dari perkara-perkara yang mungkar, memberikan peringatan kepada kaumnya, mengajari serta memberi petunjuk kepada mereka. Ketika melihat saudaranya ber-tabarruj3 di hadapan laki-laki atau di jalanan, hendaknya ia melarang dan memperingatkannya dari perbuatan seperti itu. Ia harus pula memperingatkan anak-anak, saudara-saudara perempuan ataupun tetangga dan selain mereka, dari rasa malas menunaikan shalat, mengajak mereka untuk melakukan kebaikan dan melarang mereka dari kemungkaran. Inilah kewajiban setiap orang, sebagaimana Allah  berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt; “Dan laki-laki  yang beriman dan perempuan yang beriman sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain.” (At-Taubah: 71)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Makna / auliya disini adalah bahwasanya mereka saling mencintai karena Allah sehingga mereka tidak saling bermusuhan. Seorang mukmin adalah wali bagi saudaranya sesama muslim, demikian juga seorang mukminah adalah wali bagi bagi saudaranya yang muslim. Mereka harus saling memerintahkan pada kebaikan dan memperingatkan dari kemungkaran, saling menasihati karena Allah. Dengan demikian, seorang suami seharusnya memerintahkan istrinya kepada perkara yang ma’ruf dan melarangnya dari perkara yang mungkar, demikian pula yang dilakukan seorang istri. Ketika melihat suaminya melalaikan shalat, meminum minuman yang memabukkan, merokok atau memotong jenggotnya, maka ia mengatakan kepada suaminya, “Bertakwalah kepada Allah, tidak sepantasnya kau melakukan hal ini. Bagaimana bisa engkau menyukai perbuatan jelek seperti itu? Bagaimana bisa engkau bermaksiat terhadap Rabbmu?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Hendaknya dia menyampaikan ucapannya dengan kata-kata yang lembut dan cara yang baik. Jangan sampai ia merasa sungkan ataupun bosan. Demikian pula semestinya yang dia tunaikan terhadap ayahnya, saudaranya, ibunya, tetangga maupun teman-temannya. Inilah yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslimin dan muslimat di mana pun mereka berada dan apa pun profesi mereka. Hal ini adalah kewajiban mereka sesuai kemampuan dan ilmu yang mereka miliki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Aku memohon kepada Allah dengan seluruh nama-nama-Nya yang terpuji dan sifat-sifat-Nya yang tinggi, agar Dia memberi taufik kepada kita beserta seluruh kaum muslimin menuju perkara-perkara yang diridhai-Nya, menunjukkan kepada kita jalan-Nya yang lurus dan menganugerahkan pemahaman dan kekokohan dalam agama. Semoga kita dikaruniai taufik untuk menegakkan kewajiban dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya dan saling menasihati kepada Allah dan hamba-hamba-Nya. Tak luput aku wasiatkan kepada seluruh kaum muslimin agar mereka berdoa bagi saudaranya yang jauh, yang tidak di hadapannya, dan hendaknya mendoakan para pemimpin di dalam shalat atau ketika akhir malam agar mendapatkan taufik dan hidayah serta kebaikan dan perbaikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Pemerintah sangatlah membutuhkan doa, agar Allah memperbaiki mereka dan memperbaiki keadaan masyarakat dengan adanya mereka serta memberi petunjuk kepada mereka dan memberi petunjuk kepada masyarakat dengan keberadaan mereka. Oleh sebab itu, mereka pantas untuk mendapatkan doa. Bagi para pemimpin negeri ini (Saudi Arabia) dan seluruh pemimpin kaum muslimin di mana pun berada, doakanlah mereka dengan kebaikan, taufik dan hidayah. Doakanlah pula anak dan istri kalian, juga selain mereka, agar mendapatkan petunjuk, taufik, kebaikan, taubat yang nashuha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Allah  berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt; “Katakanlah inilah jalanku.” (Yusuf: 108)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Maknanya: Katakanlah wahai Muhammad, inilah jalanku di mana aku dan para pengikutku menyeru kepada Allah di atas bashirah (cahaya/ ilmu).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Demikianlah para pengikut Nabi  baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan mereka menyeru manusia kepada Allah di atas bashirah (cahaya/ilmu), memperingatkan manusia dari bermaksiat kepada-Nya, dan mereka memberi bimbingan kepada manusia menuju kebaikan. Allah  berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;“Serulah manusia kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan nasehat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” (An-Nahl: 125)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Ayat ini tidak terkhususkan bagi laki-laki tanpa mencakup wanita ataupun sebaliknya, tetapi merupakan kewajiban bagi mereka semua sekadar ilmu dan kemampuan mereka, sebagaimana firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt; “Bertakwalah kalian kepada Allah semampu kalian.” (At-Taghabun: 16)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Para ulama serta para pengajar memiliki kewajiban besar, demikian pula para pemuka dan tokoh masyarakat. Kewajiban mereka lebih berat dibanding yang lainnya sesuai kemampuan ilmu dan kekuatan mereka. Hendaknya setiap muslim mengetahui perkara yang menjadi kewajibannya dan memperhatikan kewajiban tersebut serta mendekatkan diri dan bertakwa kepada Allah dalam hal tersebut. Kita berada di akhir zaman di mana Islam semakin asing, sehingga wajib bagi kita untuk saling bahu-membahu dan saling tolong-menolong dalam kebaikan dan kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Kami memohon taufik kepada Allah dan memohon hidayah serta kekokohan dan kesudahan yang baik bagi seluruh kaum muslimin. Semoga Allah memberi taufik kepada kita semuanya menuju perkara yang diridhai-Nya dan semoga Ia memberi petunjuk kepada kita menuju jalan-Nya yang lurus. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat. Dan shalawat serta salam kepada Nabi kita Muhammad , para shahabat beliau dan orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga hari kiamat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;amp;id_online=135&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;Disadur untuk menyemangati belajar menjelang ujian bedah  dan menyambut Romadhon untuk Tholabul Ilmi lagi ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fnu"  style="font-family:verdana;"&gt;(Diterjemahkan dari Mauqi’ Ibnu Baz dalam Majmu’ Fatawa wa Maqalat, juz 9)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7175757996508356936-1216863819908123654?l=medicalexperiencelearning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/feeds/1216863819908123654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7175757996508356936&amp;postID=1216863819908123654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/1216863819908123654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/1216863819908123654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/2008/08/8th-note-ayat-ayat-menuntut-ilmu.html' title='8th Note: Ayat-ayat Menuntut Ilmu...'/><author><name>Medical Experience Learning</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06474879544762481136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_6S18_lIaA1Y/S_i6KZivmXI/AAAAAAAAABY/EJclV28TbMc/S220/DSCN3174.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7175757996508356936.post-3653038185326639693</id><published>2008-08-15T09:45:00.000-07:00</published><updated>2008-08-15T10:28:47.652-07:00</updated><title type='text'>7th Note: Cauda Equina Syndrome...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sore sebelum mengakhiri tugas, saya sempatkan untuk melakukan anamnesis kepada seorang nenek usia 58 tahun. Yah jika dibiang anamnesis juga ga 100% anamnesis, lebih banyak ngobrol dengan nenek tersebut. Dalam statusnya nenek tersebut masuk dari poliklinik dengan keluhan utama berupa nyeri pinggang. Nyeri tersebut dalam 3 bulan terakhir dirasa semakin lama semakin berat. Wuih, nyeri opo kuwi???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yah, singkat baca status, diagnosis kerja adalah suspek hernia nucleus pulposus (HNP). Nenek ini telah rawat inap lebih kurang 3 hari dan pro untuk dilakukan laminectomy. Yang mengganjal bagaimana sih keluhan utama nenek itu ketika masuk poli? kok bisa hanya dengan nyeri pinggang dan riwayat 2 bulan nyeri semakin beratambah berat didiagnosis s. hernia nucleus pulposus?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yah, mumpung ada waktu sore itu sempatin bentar "ngobrol" dengan nenek. Nenek tersebut cerita bahwa dia sebenernya datang ke RS karena nyeri di paha kanan luar. Nyeri tersebut  terasa  menjalar  dari pinggang ke paha kanan luar sampai ujung bawah kaki. Nyeri ini dirasakan hanya unilateral saja. Terasa tebal-tabal. Dan gejala semacam ini telah dirasakan dalam lebih kurang setahun terakhir ini. Beliau sempat berobat ke dokter umum dan kemudian nyeri mereda namun kambuh lagi.  Beliau juga merasa berjalan lebih kurang 30 meter sudah merasa nyeri dan tebal-tebal di kaki. Beliau juga mengira nyeri ini karena dulu pernah jatuh tetapi beliau sudah lupa apakah dulu pernah jatuh. Baru 3 bulan terakhir nyeri memang semakin bertambah berat dan beliau tidak kuat lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beliau memilki riwayat hipertensi yang terkontrol, penyakit maag, tidak ada inkontinensia alvi maupun urin, BAB dan BAK masih lancar. Tidak ada juga penurunan nafsu makan, mual, dan muntah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yah, dari "ngobrol" dengan nenek, karakteristik nyeri yang "menjalar" seperti yang dikisahkan memang sepertinya cocok jika diagnosis kerja suspek HNP. Pemeriksaan fisik untuk menggambarakan adanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;spine iritating pain / radicular pain&lt;/span&gt; dari&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spinosus Process Tap Test : (+),&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-style: italic;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Psoas Test : (+)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lasegue Straight Drop Test : (+)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;. Pemeriksaan imaging dari MRI, foto lumbosakral dan Elektromedik menyatakan kesimpulan bahwa HNP VL4-5 dan VL5-S1. Namun, ada fraktur kompresi VL1. Gawat!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kok, bisa gawat???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;HNP sejatinya bukanlah penyakit yang emergensi namun penyakit ini dapat menjadi emergensi bilamana ada "CAUDA EQUINA SYNDROME"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nah, bukannya VL1 adalah tempatnya cauda equina?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun, klinis dari nenek alhamdulillah tidaklah menunjukkan bahwa cauda equina syndrome tidaklah manifes. Emang manifestasi dari CAUDA EQUINA SYNDROME  apa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada trias dari cauda equina syndrome:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1.Nyeri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2.Inkontinensia alvi dan urin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3.Parasthesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gejala ini jika dalam 8 jam tidak segera ditangani dapat berbahaya karena inkontinensianya dapat semakin menetap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yah, sebuah penyakit terkadang mempunyai periode emas untuk segera ditangani bilamana terjadi kegawatdaruratan. Namun, sebagai dokter sering kita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;missing up&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;screw up&lt;/span&gt; terhadap suatu kasus. Atau terkadang penderita "menyembunyikan"/mengkamuflase gejala yang dia alami. Yah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;everybody lie, but physical sign never lie&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mulut bisa mengucapkan segalanya untuk menutupi "sakit" namun tubuh bicara lewat "tanda" dan "gejala". Sebagai dokter jangalah hanya sekedar percaya pada apa yang diutarakan mulut namun "dekatilah" dan "berkomunikasilah" dengan tubuh pasien, sebab tubuh ini tidak pernah berbohong. Subhanalloh canggih bukan tubuh kita!!! Sapa yang menciptakan sedemikian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mungkin benar apa kata-kata dalam syair lagu Chrisye&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akan tiba masa mulut terkunci kata tak ada lagi, akan tiba hari tak ada suara dari mulut kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berkata tangan kita, tentang apa yang dilakukannya, berkata kaki kita, tentang apa yang dilakukannya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7175757996508356936-3653038185326639693?l=medicalexperiencelearning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/feeds/3653038185326639693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7175757996508356936&amp;postID=3653038185326639693' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/3653038185326639693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/3653038185326639693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/2008/08/7th-note-cauda-equina-syndrome.html' title='7th Note: Cauda Equina Syndrome...'/><author><name>Medical Experience Learning</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06474879544762481136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_6S18_lIaA1Y/S_i6KZivmXI/AAAAAAAAABY/EJclV28TbMc/S220/DSCN3174.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7175757996508356936.post-7996140058434057669</id><published>2008-07-29T08:19:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T07:04:26.631-07:00</updated><title type='text'>6th Note : Gemetar...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebut saja nona T, umur sekitar 13 tahun, datang ke UGD dengan riwayat post kecelakaan lalu lintas (KLL) 15 menit lalu. Kecelakaan ini adalah kecelakaan motor menabrak motor. Nona T datang bersama dengan mas O  yang menabraknya. Keduanya datang dengan luka lecet yang multipel di berbagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;regio&lt;/span&gt; badan. Kondisi kesadaran keduanya masih baik. Tapi di antara nona T dan mas O terdapat satu luka terbuka yang memerlukan tindakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hecting&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;n&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;debridement&lt;/span&gt; dan perawatan luka yang segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka terbuka terparah adalah luka dari nona T. Luka ini di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;regio lateral plantar pedis&lt;/span&gt; dengan panjang luka 6 cm, lebar 1 cm, dan dalam 1 cm. Bentuk luka tidak bagus dan perlu tindakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;debridement&lt;/span&gt;. Dan perawat memangil saya untuk menawarkan menangani luka nona T. Saya pun terima. Dan saya mencoba menangani ini dengan setenang mungkin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal penanganan luka adalah melakukan sterilisasi daerah luka dengan betadine. Setelah itu dengan alkohol kemudian betadine lagi. Setelah luka tersterilisasi langkah selanjutnya adalah menutup daerah sekitar luka dengan kain linen steril. Celakanya ini tidak ada. Tapi masih saya coba berusaha tenang. Lalu saya siram daerah luka dengan NaCl kemudian perhidrol dan NaCl kembali. Tindakan ini dilakukan karena luka nona T lukanya dalam dan kotor sehingga dapat menyebabkan bakteri anaerob menginfeksi luka. Luka pun terdisinfeksi dan siap didebridement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debridement luka dimulai entah kenapa kaki terasa gemetar. Sebab darah keluar terus dari tempat luka. Saya perintahkan asisten, seorang perawat, untuk menekan luka (dep). Debridement dimulai dengan darah yang masih juga mengalir. Perawat senior menyarankan untuk menjahit subcutis segera dan kemudian menjahit kulit untuk kemudian dilakukan pemeriksaan foto. Saya pun setuju. Namun kaki ini semakin gemetar... Saya belum pernah menjahit subcutis. Perawat senior membantu menjahit subcutis dan selanjutnya saya menjahit kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjahitan subcutis pun selesai. Kini giliran saya menjahit kulit. Saya meminta kepada perawat jarum yang kecil untuk menjahit kulit. Namun, dia menyarankan besar saja. Tetapi saya menolak. Sebab menurut saya jarum yang kecil lebih mudah saya kontrol. Namun, ternyata saya salah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;plantar pedis&lt;/span&gt; terkenal ketebalan kulitnya. Nah ini benar-benar terasa tebal. Ketika mulai menjahit kaki saya ini terasa semakin gemetar. Namun, saya tetap berusaha PeDe menjahit. Dan celakanya jarum yang saya pakai menjadi bengkok ujungnya. Jarum jahit yang bentuknya C jadi S. Wah kacau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertambah gemetarlah kaki saya. Saya pun dimarahi perawat dan akhirnya saya mengganti dengan jarum yang lebih besar. Namun celakanya masih juga jarum ini bengkok lagi. Gila! Saya semakin berkeringat. Perawat tetap mempercayai saya menyelesaikan tugas menjahit ini. Akhirnya saya ambil jarum yang no.2 paling besar. Nah, kini terasa menjahit lebih ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menjahit ternyata tidak segampang terkira. Luka nona T tidak lurus segaris namun lurus terus menukik. Jadi penjahitannya perlu teknik khusus. Dan disinilah saya belajar teknik itu dari seorang perawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjahitan selesai, badan saya penuh keringat. Padahal ini adalah operasi minor biasa. Yah, gemetar adalah respon fisiologis dari tubuh kita ketika kita tidak siap menghadapi sesuatu di depan kita. Semua orang pasti pernah mengalami periode itu. Tindakan medis  tidak bisa hanya sekedar dipelajari di teori tetapi juga menuntut praktek. Dan celakanya saya yang juga telah berkali-kali berlatih mempraktekkan belajar menjahit lewat berbagai media, manekin, ban, kain, tas kulit, dll. Tetap saja gemetar ketika apa yang dihadapan kita "sensasi"nya tidak sama ketika berhadapan dengan seorang pasien yang berupa makhluk yang bernama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dunia kedokteran, kita punya resiko medis yang harus ditanggung kepada seorang makhluk bernyawa yang bernama manusia. Dan celakanya saya juga seorang manusia yang perlu berpuluh kali mungkin berratus kali untuk bisa mengobati gemetar dalam berbagai kasus medis yang memerlukan tindakan, bukan sekedar meresepkan obat atau memberi nasehat dan anamnesis. Sungguh resiko yang besar dan memerlukan latihan dan habituasi bukan hanya sekedar untuk terampil tetapi yang lebih penting melakukannya dengan benar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak paramedis yang lebih terampil dari seorang dokter. Tetapi dokter tetap harus menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;leader&lt;/span&gt; sebab resiko medis itu ditanggungkan kepadanya. Resiko medis berupa menambah penderitaan pasien untuk supaya dapat kembali sembuh atau resiko medis terburuk pasien meninggal dalam tindakan medis yang kita lakukan walaupun kita telah berlatih ratusan dan melakukan dengan benar. Berat! Namun inilah D-O-K-T-E-R  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7175757996508356936-7996140058434057669?l=medicalexperiencelearning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/feeds/7996140058434057669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7175757996508356936&amp;postID=7996140058434057669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/7996140058434057669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/7996140058434057669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/2008/07/6th-note-gemetar.html' title='6th Note : Gemetar...'/><author><name>Medical Experience Learning</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06474879544762481136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_6S18_lIaA1Y/S_i6KZivmXI/AAAAAAAAABY/EJclV28TbMc/S220/DSCN3174.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7175757996508356936.post-2312006732167966357</id><published>2008-07-18T07:17:00.000-07:00</published><updated>2008-07-18T07:23:24.697-07:00</updated><title type='text'>5th Note: Hernia?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ny. M, 50 tahun, datang ke RS dengan keluhan utama berupa benjolan. Benjolannya ada 2. Satu di regio lumbal kanan dan satu benjolan di lipatan paha kiri. Ny. M mengeluhkan ke-2 benjolan tersebut makin besar dan benjolan di lipatan paha membuatnya merasa tidak nyaman. Benjolan pertama di regio lumbal kanan, terasa kenyal, &lt;i style=""&gt;mobile&lt;/i&gt;, berbatas tegas, terfiksir, dan tidak nyeri. Ukurannya sekitar 2x3x0,5 cm. Sementara benjolan kedua cukup menarik bila diperiksa lebih lanjut. Benjolan ke-2 ini diriwayatkan membesar secara perlahan dan tidak ada riwayat hilang timbul serta tidak terasa nyeri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dulu ketika benjolan di lipatan paha kiri masih kecil, Ny. M mencoba mengabaikan. Benjolan tersebut dirasa tidak mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Benjolan itu ia coba pijat dengan minyak pijat. Namun, masalah mulai muncul ketika benjolan membesar. Di dalam benjolan tersebut terasa ada “&lt;i style=""&gt;sesuatu&lt;/i&gt;” yang turun. Jika diraba benjolan terasa kenyal, “halus”, mobile, berbatas tegas, dan tidak nyeri. Ukuran sekitar 5x4x2 cm. Ny. M tidak ada penurunan nafsu makan dan berat badan. Ny. M hanya memilki dua buah anak dan pekerjaan sehari-hari adalah seorang petani. Ini menarik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setidaknya ada tiga hal yang menarik dari kasus ini, khususnya pada benjolan di lipat paha. Pertama, benjolan yang makin membesar di lipatan paha kiri; kedua, benjolan tidak hilang timbul; dan ketiga, Ny. M merasa ada “sesuatu” yang turun. Benjolan adalah sebuah &lt;i style=""&gt;tumor&lt;/i&gt; dan harus diketahui apakah tumor ini termasuk tumor yang jinak atau ganas. Benjolan juga dapat berasal dari suatu “&lt;i style=""&gt;penonjolan&lt;/i&gt;”, bahasa medisnya&lt;i style=""&gt; hernia&lt;/i&gt;. Benjolan juga bisa berupa akumulasi cairan (&lt;i style=""&gt;edema atau hidrokel&lt;/i&gt;), jendalan darah (&lt;i style=""&gt;hematom&lt;/i&gt;), atau &lt;i style=""&gt;abses subkutan&lt;/i&gt;. Tentunya bila dilihat dari lokasi dan deskripsi tentang benjolan maka tidak bisa benjolan di lipat paha dan regio lumbal dikatakan sebagai edema atau hematom. Jika ini berupa akumulasi cairan maka &lt;i style=""&gt;tes undulasi&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;fluktuasi&lt;/i&gt; akan memberikan hasil postif, layaknya sebuah balon yang berisi air. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Benjolan dari regio lumbal tampaknya sudah dapat diagnosis sebagai &lt;i style=""&gt;soft tissue tumor&lt;/i&gt; dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. Namun ini perlu diperiksa apakah &lt;i style=""&gt;benign&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;soft tissue tumor (&lt;/i&gt;jinak&lt;i style=""&gt;)&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau&lt;i style=""&gt; malignant soft tissue tumor&lt;/i&gt; (ganas).&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;Diagnosis banding untuk benjolan di regio lumbal, saya hanya terpikir lipoma&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena benjolannya lunak, &lt;i style=""&gt;mobile&lt;/i&gt; dan tidak nyeri dan tempatnya adalah tempat yang kaya akan lemak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Oke, sekarang ke benjolan yang di lipatan paha kiri. Benjolan ini masih perlu dibedakan apakah hernia atau soft tissue tumor. Maka diagnosis kerja masih obs. massa regio inguinal sinistra suspect hernia femoralis dd soft tissue tumor. Dari &lt;i style=""&gt;palpasi&lt;/i&gt;, tanda benjolan yang halus seperti kain sutra (&lt;i style=""&gt;silk sign&lt;/i&gt;) sepertinya mengindikasikan benjolan adalah &lt;i style=""&gt;hernia&lt;/i&gt;. Nah jika hernia, dari letaknya &lt;i style=""&gt;hernia&lt;/i&gt; apakah ini?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Secara gampang bila dilihat dari letaknya benjolan berada di bawah &lt;i style=""&gt;ligamentum inguinale&lt;/i&gt;, maka lebih tepat jika &lt;i style=""&gt;hernia&lt;/i&gt; ini dikatakan sebagai &lt;i style=""&gt;hernia femoralis&lt;/i&gt;---suatu penonjolan akibat usus yang masuk ke dalam saluran paha (&lt;i style=""&gt;canalis femoralis&lt;/i&gt;) dikarenakan kelemahan dinding otot perut dan peningkatan tekanan &lt;i style=""&gt;intra abdomen&lt;/i&gt; yang berulang-ulang. Namun, masalah menjadi berubah ketika dilihat dipapan ruang operasi Ny. M ternyata didiagnosis &lt;i style=""&gt;hernia inguinalis lateralis&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;lipoma&lt;/i&gt;. Wah, kok bisa?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ini benar membuat kasus ini semakin menarik. Dari anatomi dan pemeriksaan fisik lebih menggambarkan bahwa benjolan di lipatan paha kiri ini adalah &lt;i style=""&gt;hernia femoralis&lt;/i&gt;. Beda sekali dengan &lt;i style=""&gt;hernia inguinalis lateralis&lt;/i&gt;. &lt;i style=""&gt;Hernia inguinalis lateralis&lt;/i&gt; berada di atas ligamentum inguinal dan dia turunya tidak akan ke paha, tetapi harusnya ke &lt;i style=""&gt;labia mayor&lt;/i&gt;. Bahaya! operasinya apakan beda?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam operasi benjolan insisi dimulai pada benjolan tidak peduli apakah ia &lt;i style=""&gt;hernia&lt;/i&gt; atau &lt;i style=""&gt;tumor&lt;/i&gt;. Namun beda teknik pengerjaannya. Tumor jinak ia harus di ambil “seakar-akarnya” jangan sampai ada sisa, sebab dapat menimbulkan tumbuhnya tumor kembali. Hernia ia harus dipotong (herniotomi), lalu dikencangkan dengan bantuan jaringan sekitar (&lt;i style=""&gt;hernioraphy&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;hernioplasty&lt;/i&gt;). Nah disinilah letak keunikan dan semakin menariknya dari kasus ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya dalam operasi ternyata terbukti bahwa benjolan tersebut adalah &lt;i style=""&gt;hernia femoralis&lt;/i&gt;. Usut punya usut ternyata penulis dipapan operasi adalah perawat operasi. Yah, maklumlah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari kasus ini anamensis sederhananya haruslah mampu mengenali identitas medis pasien, riwayat penyakit, faktor resiko, dan ada tidaknya komplikasi. Ilmu kedokteran adalah seni bagaimana menegakkan diagnosis dan melakukan manajemen kepada pasien. Jadi kunci awalnya pada anamnesis. Anamnesis harus dalam dan mampu membentuk diagnosis banding dan setidaknya dapat pula menyingkirkan diagnosis banding. Jika anamnesis kurang dalam maka diagnosis kerja juga akan mengambang dan membuat manajemen yang kurang tepat. Nah kalau sudah seperti ini kasihan pasiennya. Paling enak jika melakukan anamnesis tetapi bukan seperti mengintrogasi pasien. Yah ini senjata awal seorang dokter, jadi perlu latihan dan latihan dan tidak boleh berpuas diri. &lt;i style=""&gt;Everybody is unique and different&lt;/i&gt;,&lt;i style=""&gt; if u history taking one hundred people u may have one problem but u will have one hundred different ways to recognize their specific problem&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7175757996508356936-2312006732167966357?l=medicalexperiencelearning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/feeds/2312006732167966357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7175757996508356936&amp;postID=2312006732167966357' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/2312006732167966357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/2312006732167966357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/2008/07/5th-note-hernia.html' title='5th Note: Hernia?'/><author><name>Medical Experience Learning</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06474879544762481136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_6S18_lIaA1Y/S_i6KZivmXI/AAAAAAAAABY/EJclV28TbMc/S220/DSCN3174.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7175757996508356936.post-704683473412644677</id><published>2008-07-17T09:52:00.000-07:00</published><updated>2008-07-17T09:53:54.563-07:00</updated><title type='text'>4th Note: Dokter Komplit....</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Inilah tokoh pengusaha muda berdarah Minang yang kesohor di Medan : Rosihan Arbie. Ia mengelola satu rumah sakit, satu klinik spesialis, dan satu hotel - Rumah Sakit Permata Bunda, Klinik Spesialis Bunda, dan Hotel Garuda Plaza.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Uniknya, ketiga unit usaha ini terletak saling berhadapan di jalan Sisingamanganraja. Usaha ini dirintis ayahnya, Haji Arbie, dari bisnis percetakan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Rosihan, yang sering dipanggil "Pak Dokter", memang unik. Ia memang dokter, tapi tidak praktek. Untuk mengamalkan ilmunya, Rosihan mengajar mata kuliah farmakologi pada FK Universitas Sumatera Utara. Usianya sekitar 40-50 tahunan, tapi kelihatan sangat matang. Ia punya naluri bisnis yang tajam dan pintar bergaul.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Pendek kata, ilmunya komplit. Rosihan punya darah Minang, yang hebat dalam sense of enterprenuership, dan terjun di alam persaingan yang keras di Medan yang bahkan ditakuti pengusaha asal Jawa sekalipun. Di samping itu, ia rajin menyerap ilmu bisnis, manajemen, dan pemasaran mutakhir dari Harvard ataupun Wharton.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Saya tertarik terhadap tiga hal pada dirinya:&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Pertama, ia berusaha melakukan sinergi di antara bisnis rumah sakit dan hotel. Padahal keduanya punya perbedaan yang cukup mencolok. Usaha yang satu untuk orang sakit, dan usaha yang lain untuk orang sehat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Tapi Rosihan berpikir lain. Ilmu hotel, yang biasa memberi customer service pada tamu, harus ditularkan pada rumah sakit. Karena itu, orang yang datang ke rumah sakit dan klinik spesialisnya dianggap customer. Konsep customer satisfication harus diimplementasikan di sana. Para dokter dan perawat di rumah sakit dan kliniknya sering diikutkan seminar tentang how to deliver a good service.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Ia, sebagai seorang dokter, juga mengajak Polda Sumatera Utara untuk menyelenggarakan seminar penyuluhan tentang bahaya ekstasi, pil koplo, dan magadon di Hotel Garuda Plaza. Tentu saja ajakan itu disambut baik oleh pihak yang berwajib. Semua tempat termasuk sekolah menengah, punya resiko tinggi terhadap hal itu, akan diundang mengikuti seminar tersebut. "Mumpung belum, jangan sampai Medan jadi Jakarta," katanya. Acara itu tentunya merupakan pedang bermata dua - merupakan cermin rasa tanggung jawab sosial dan sekaligus PR untuk rumah sakit. Bahkan acara itu sendiri bisa menciptakan traffic di hotel.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Kedua, Rosihan pintar melakukan networking dengan pihak ketiga. Organisasinya sendiri dipertahankan lean, mean, and clean. Tapi jaringan dengan organisasi lain digelar. Sisa waktunya yang sudah sedikit itu masih dipakai Rosihan untuk aktif pada sekitar 30 organisasi. Ia duduk pada berbagai kepengurusan organisasi - mulai dari Kadin, asosiasi manajer, sampai Persatuan Pelanggan Telepon.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Ia pintar mengatur waktu untuk menghadiri rapat, seminar, atau acara lain dari organisasi tersebut. Justru lewat jaringan yang begitu luas, maka bisnisnya bisa jalan lebih lancar. Hubungan bukan cuma bisnis, melainkan sudah jadi lebih pribadi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Selain itu, Rosihan juga membina 90 pengmudi taksi yang bertugas di Bandara Polonia. Ia memberi komisi progresif untuk para pengemudi yang bisa membawa tamu-tamu walk in. Para pengemudi itu dikumpulkan tiga bulan sekali di hotelnya, diberi hadiah, dan diajari salesmanship.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Selain komisi, para pengemudi yang membawa tamu paling banyak juga diberi hadiah televisi. Semua pengemudi dan keluarga, kalau sakit, boleh datang ke rumah sakitnya tanpa perlu taruh uang muka, dan diberi diskon pula. Para pengemudi taksi biasanya sering diberi pengarahan untuk membawa korban kecelakaan, kalau kebetulan ketemu di jalan, ke rumah sakit. Opo ora hebat?&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Ketiga, Rosihan juga pintar memilih, mengembangkan, dan membina sumber daya manusia di rumah sakit ataupun di hotel. Perawat di rumah sakit diupayakan sama rata dalam jumlah antara yang memeluk agama Islam, Kristen, dan Konghuchu. Ada maksudnya tentu. Supaya pada Hari Lebaran, Natal, dan Tahun Baru Cina, yang sering melumpuhkan operasai bisnis di Medan, rumah sakit masih bisa jalan. Mengapa? Hanya sepertiga yang cuti, dan dua pertiga lagi masih bisa masuk kerja.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Hotel Garuda Plaza sekarang dipimpin oleh general manager kebangsaan Filipina. Maksudnya, biar hotel itu bukan bintang lima, tapi punya citra internasional. Maklum, segmen pasar wisatawan mancanegara cukup besar di situ. &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Rosihan sendiri termasuk seorang hands on leader. Ia mengerahkan pikiran 24 jam untuk bisnis. Ia juga selalu melakukan pemantauan pribadi ke hotel dan rumah sakit sampai larut malam. Anda mau tahu kendaraan pribadinya? Punya Mercedez Bens, tapi disimpan di rumah. Kalau nyetir cukup Toyota Starlet.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Mengapa Starlet? "Lho, saya kan pengusaha kecil yang harus bisa bergaul dengan semua orang. Kalau naik Mercy, berarti saya pasang jarak dengan orang lain," katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Selain konglomerat, negara kita memerlukan banyak pengusaha menengah, seperti Rosihan, untuk membentuk lapisan kekuatan ekonomi yang tangguh. Dari lapisan menengah inilah diharapkan akan lahir konglomerat baru, seperti Bankir Mochtar Riady.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Disadur dari tulisan Herwawan Kertaya dalam buku Siasat Bisnis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7175757996508356936-704683473412644677?l=medicalexperiencelearning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/feeds/704683473412644677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7175757996508356936&amp;postID=704683473412644677' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/704683473412644677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/704683473412644677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/2008/07/4th-note-dokter-komplit.html' title='4th Note: Dokter Komplit....'/><author><name>Medical Experience Learning</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06474879544762481136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_6S18_lIaA1Y/S_i6KZivmXI/AAAAAAAAABY/EJclV28TbMc/S220/DSCN3174.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7175757996508356936.post-5232465586663356156</id><published>2008-07-17T09:49:00.000-07:00</published><updated>2008-07-17T09:51:11.099-07:00</updated><title type='text'>3rd Note: Neurocysticercosis</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Namanya, Adler Rebecca, seorang guru TK, cantik, tinggi usia 25 tahun. Pagi itu seperti biasa ia berangkat mengajar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Awal mengajar, dia mengajar dengan penuh semangat namun di tengah-tengah, tiba-tiba dia mengalami disartikulasi. Bicaranya menjadi tidak jelas dan mirip seorang bayi. Dalam hitungan detik sampai menit ketika dia tidak bisa bicara dia terjatuh dan tidak sadar. Di bawalah ia ke RS!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Di rumah sakit dilakukan pemeriksaan MRI kepala dan didapatkan ada semacam “lesi” di otak Rebecca. Dr. H sebagai kepala yang menangani kasus ini bertanya kepada ketiga dokter penyertanya, Dr. Ch, Dr. C, dan Dr. F, tentang diagnosis banding bagi Rebecca. Ada informasi dari teman Dr. H, yaitu Dr. W bahwa Rebecca kemungkinan terkena tumor otak, tapi Dr. H menyanggah sebab Rebecca terlalu muda untuk terkena tumor otak. Dr. Ch menjawab &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sindroma iskemia otak, Dr. C menjawab penyakit Creutzfeldt-Jakob, dan Dr. F menjawab Wernicke encephalopathy. Dr. H mengatakan untuk Wernicke encephalopathy tidak mungkin terjadi sebab kadar thiamine darah masih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;normal. Dr. F mengatakan bisa saja hasil tes ini salah. Akhirnya Dr. H memutuskan untuk meretes profil darah Rebecca dan MRI kepala dengan kontras.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Saat pemeriksaan MRI kepala dengan kontras Rebecca mengalami shock anaphylaksis, tentunya ini sangat tidak menyenangkan. Rebecca tidak bisa diperiksa MRI dengan kontras! Hasil tes darah juga kembali mengatakan bahwa profil darahnya normal. Tim Dr. H hanya bisa menyatakan Rebecca alergi terhadap kontras MRI. Namun masalah utama kausa penyakit Rebecca belum dapat ditemukan dan di atasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Dr. H kini berada di kliniknya dengan seorang anak yang mengeluh sesak napas. Ibunya mengatakan ia sengaja tidak memberikan obat-obat sering2 pada anak ketika sesak sebab &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;takut anaknya tergantung obat. Dr. H lalu mengatakan bahwa anak tersebut terkena asma dan memang dia harus minum obat sering supaya dapat mengontrol penyakit asmanya. Obatnya adalah steroid. Seketika itu timbul ide pada Dr. H.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Dr. H menemui timnya dan memerintahkan untuk mengasih steroid dosis tinggi pada Rebecca dan mengatakan bahwa Rebecca terkena cerebral vasculitis. Tapi timnya membantah, bagaimana Dr. H tahu kalau Rebecca terkena vasculitis, bukankah untuk seusianya penyakit tersebut jarang, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tidak ada juga pemeriksaan definitif yang menyatakan bahwa Rebecca terkena cerebral vasculitis. Dr. House mengatakan bahwa&lt;i style=""&gt; sedimentation rate&lt;/i&gt;nya meningkat sedikit. Dr. F membantah bahwa itu bisa berarti banyaka atau bukan berarti apa-apa. Dr. H lalu mengatakan ya jelas saya tahu itu, memang saya tidak punya alasan menjelaskan cerebral vasculitis kecuali gejala-gejala yang terjadi pada Rebecca. Dr. C mengatakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mestinya dilakukan biopsi terlebih dahulu untuk menyatakan hal tersebut dan hasil MRI ketika melihat lesi itu seharusnya menyatakan juga adanya gambaran vasculitis otak. Dr. H mengatakan hipotesis cerebral vasculitis pada Rebecca dapat terbukti bilamana terapi steroid dosis tinggi diberikan pada Rebecca dan kondisi Rebecca membaik. Timnya mengatakan bagaimana mungkin ada tindakan diagnosis semacam itu, bagaimana jika kondisinya semakin memburuk. Dr. H mengatakan kita pelajari yang lain….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: times new roman;" align="center"&gt;***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terapi steroid dosis tinggi diberikan tetapi Rebecca menolak. Bukannya pada awalnya dia dikatakan menderita tumor tetapi mengapa sekarang dia dikatakan menderita yang lain. Tim Dr. H akhirnya menjelaskan pada Rebecca apa yang terjadi pada dirinya dan akhirnya Rebecca mencoba mengerti dan mau menerima terapi steroid tersebut. Kepala rumah sakit, Dr. Cu mengetahui tindakan yang dilakukan Dr. H, menyuruh timnya untuk menghentikan terapi pada Rebecca sebab tidak berlandasakan bukti medis. Tetapi pada akhirnya kepala rumah sakit tahu sendiri dan mendengar sendiri dari mulut Rebecca bahwa ia merasa kondisinya membaik dan dia mulai bisa makan dengan lahap. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Dr. Cu mengatakan pada Dr. H bahwa kamu beruntung kali ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Ia memang benar Dr. H memang beruntung saat itu. Beberapa hari kemudian kondisi Rebecca tiba-tiba memburuk kembali. Ia mengeluhkan kini tidak dapat melihat dan mengalami &lt;i style=""&gt;seizure&lt;/i&gt; dan gawatnya kondisinya semakin memburuk. Dr. H mengatakan pasti ada yang terlewat. Dia mengatakan “&lt;i style=""&gt;Everbody lie and the truth begin from a lie&lt;/i&gt;.” Akhirnya dia menyuruh timnya untuk mengobservasi rumah Rebecca. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Di rumah Rebecca tim Dr. H tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan yang dapat membuat Rebecca mengalami penyakit yang dideritanya saat ini, kecuali banyak daging ham di meja makannya. Seketika itu Dr. H mengatakan dasar bodoh kalian. Dr. H mengatakan Rebecca menderita neurocysticercosis akibat menelan larva taenia yang terdapat pada ham yang tidak matang dia makan. Dr. F mengatakan bagaimana bisa lagi dia berkata seperti itu, bukankah tes darahnya normal tidak menunjukkan peningkatan eosinofil jika kondisi demikian yang terjadi. Dr. H mengatakan kali ini gejala-gejala yang terjadi pada Rebecca cocok semua jika neurocysticerosis adalah penyakitnya. Lalu Dr. H mengeluarkan literatur yang menunjukkan tanda-tanda dari neurocysticercosis. Tapi bagaimana membuktikannya apakah kembali dia harus menerima obat antiparasit dan jika membaik Dr. H benar dan jika salah maka tamatlah riwayat karier Dr. H. Dr. H perlu bukti medis!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Dr. H akhirnya menemui Rebecca dan menjelaskan semuanya. Tetapi Rebecca tidak menerima jika dia harus menerima obat antiparasit tanpa bukti medis yang definit. Dia telah merasa menjadi bahan percobaan, dan mengatakan bahwa Dr. H adalah dokter berengsek. Dr. H akhirnya lepas tangan untuk mengobati Rebecca, dia mengatakan tugasnya sudah selesai sebab dia sudah tahu apa penyakit Rebecca meskipun tanpa bukti medis. Dr. Ch akhirnya mendapat ide. Foto X-ray saja semua bagian tubuh Rebecca. Bukankah tidak hanya satu larva yang ada pada tubuh Rebecca dan larva&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;taenia denistasnya dapat terlihat dengan X-Ray sebab larva taenia suka berada pada otot. Otot pada X-ray akan tampak semiopak sampai lusen pada X-Ray dan larva taenia akan tampak opak pada X-Ray sehingga ia dapat difoto tanpa kontras dan aman, tidak invasif. Apa yang terjadi? Ternyata benar pada foto polos paha Rebecca ditemukan positif ada larva dan Rebecca akhirnya dapat selamat dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meminum obat parasit. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ini adalah cerita awal bagaimana diterapkannya teori Occam’s Razor dan Hickam Dictum… Selamat Anda memang hebat atau beruntung Dr. H?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7175757996508356936-5232465586663356156?l=medicalexperiencelearning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/feeds/5232465586663356156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7175757996508356936&amp;postID=5232465586663356156' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/5232465586663356156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/5232465586663356156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/2008/07/3rd-note-neurocysticercosis.html' title='3rd Note: Neurocysticercosis'/><author><name>Medical Experience Learning</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06474879544762481136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_6S18_lIaA1Y/S_i6KZivmXI/AAAAAAAAABY/EJclV28TbMc/S220/DSCN3174.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7175757996508356936.post-4725920002320763256</id><published>2008-07-17T09:42:00.000-07:00</published><updated>2008-07-18T09:43:03.557-07:00</updated><title type='text'>2nd Note: Kehidupan Sempurna ...</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pagi, itu di ruang kuliah lantai dua, duduk seorang dosen dikelilingi dengan para koas. Wajahnya yang segar, walaupun sudah cukup berumur, dan postur tubuhnya yang agak tambun berkisah dengan semangat. Kisah ini tentang seorang yang amat sakti, di mana tidak ada seorang pun pada masanya yang dapat mengalahkan kesaktiannya. Ya semacam Kenshin Himura atau kalau era anak sekarang Naruto atau semacamlah. Sebut saja ia dengan Rama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Rama telah banyak mengalahkan ratusan hingga ribuan pendekar dan ksatria di dunia ini. Dari ujung kutub utara sampai kutub selatan telah dia tantang untuk dia kalahkan bahkan tak segan pula ia membunuh. Bicara bunuh-membunuh dia telah pengalaman semenjak, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ya seusia para koas yang sedang duduk dengan dosen tersebut. Namun, kini ia telah mulai beranjak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tua (30 thn ke ataslah) tetapi ia ingin mati sebab tidak ada ksatria yang mampu membunuhnya. Hingga ia tertidur dan bermimpi tentang masa lalunya … &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dulu ketika Rama seusia para koas dia mendapati ayahnya marah besar kepada ibunya. Ayah Rama marah karena ia mengetahui ibunya selingkuh dengan seorang pria ksatria dan meninggalkan ibunya, padahal mereka telah menikah lebih kurang 25 tahun. Ayah Rama lalu bertanya kepada tiga anaknya mulai dari yang terkecil hingga yang tertua. Rama adalah anak yang tertua. Anak terkecil usianya kira-kira anak SMP kelas 1 dan anak kedua usianya baru masuk kuliah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Nak, menurutmu jika ayah membunuh ibumu kamu rela atau tidak? Sebab ibumu telah ketahuan selingkuh dengan seorang pria, ” tanya Sang Ayah&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Jangan-jangan bunuh ibu adik masih saying sama ibu,” jawab anak yang terkecil.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Kalau kamu gimana?” tanya Sang Ayah kepada anak yang kedua,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Saya tau ibu salah dan saya paham bahwa ayah marah dengan ibu. Tetapi maaf ayah, saya sangat sayang dengan ibu dan tidak ingin ayah mengotori tangan ayah untuk membunuh ibu, lebih baik ayah ceraikan saja ibu.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Kalau kamu gimana Rama?” tanya Sang Ayah yang masih tidak puas dengan jawaban kedua anaknya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Ok saya turuti permintaan ayah untuk membunuh ibu tetapi setelah itu ayah turuti kemauan saya,” jawab Rama dengan tegas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Bagus, bagus, ok ayah setuju dengan kamu. Kalau begitu segera laksanakan, wahai Rama,” perintah Sang Ayah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Akhirnya Rama melaksanakan perintah ayahnya dan membunuh ibunya dengan tanganya sendiri. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Wahai ayah perintahmu telah kulaksanakan, kini aku minta ayah penuhi permintaanku?” kata Rama&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Apa permintaanmu Rama?” tanya Sang Ayah&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Tolong hidupkan kembali ibu dan kembalilah hidup dengan ibu seperti sediakala…” jawab Rama&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tentunya ini bukan permintaan yang mudah, sesakti-saktinya Sang Ayah ia tak mampu menghidupkan kembali orang mati. Melalui permintaan Rama ini, Sang Ayah sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan yang sangat besar….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di tengah mimpi timbul suara…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Wahai Rama benar kamu ingin segera mati?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Ya, aku ingin segera mati. Segala macam kesuksesan dunia dan ketangguhan para ksatria di dunia telah kutaklukan, tak ada yang dapat menandingi aku sekarang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lebih baik aku ingin hidup ini berakhir saja. Aku merasa lelah, aku ingin mati dengan mulia…” jawab Rama lantang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Bagaimana kamu bisa mati dengan mulia wahai Rama? Apa hidupmu sudah sempurna?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“…” Rama terdiam&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Seketika itu ia terbangun dan sadar bahwa dirinya hanyalah seorang yang kesepian dan ia ingin menjalani hidup yang sempurna namun ia tidak tahu… &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dosen itu menceritakan bahwa akhirnya Rama mengubah jalan hidupnya menjadi seorang guru dan di akhir hayatnya dia dibunuh oleh muridnya sendiri dan saat dibunuh oleh muridnya itulah ia merasa hidupnya kini telah sempurna….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sebuah kisah yang memberi pelajaran dan hikmah bahwa :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm; text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Sehebat dan sepinter apapun orang jika ia tidak dapat memberi manfaat bagi orang lain maka sudahkah ia dapat berkata bahwa hidupnya telah sempurna?&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Nilai      kepatuhan seorang anak kepada orang tua&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menegakkan      hukum kepada orang yang bersalah meskipun orang tersebut adalah orang yang      kita cintai&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Kebahagiaan      dan kehidupan yang “sempurna” bagi seorang guru adalah melihat      murid-muridnya mampu melebihi kemampuan dari gurunya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Cerita dari : drg. Sara Afari Gadro, M.Kes; Yogya, Kamis, 5 Juni 2008, pukul 8.30 WIB&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Dimodifikasi oleh Sang Murid… &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7175757996508356936-4725920002320763256?l=medicalexperiencelearning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/feeds/4725920002320763256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7175757996508356936&amp;postID=4725920002320763256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/4725920002320763256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/4725920002320763256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/2008/07/2nd-note-kehidupan-sempurna.html' title='2nd Note: Kehidupan Sempurna ...'/><author><name>Medical Experience Learning</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06474879544762481136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_6S18_lIaA1Y/S_i6KZivmXI/AAAAAAAAABY/EJclV28TbMc/S220/DSCN3174.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7175757996508356936.post-2657192245541175804</id><published>2008-07-17T09:23:00.000-07:00</published><updated>2008-07-18T09:46:24.661-07:00</updated><title type='text'>1st Note: First Experience, First Principle...</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Dr. Gregory House : Is He A Great Diagnotician?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;By: Bagus A. Mahdi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Dr. Greogory House atau bekennya dikenal dengan dokter House, dalam serial film House M.D, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;adalah seorang dokter dengan kemampuan diagnosis yang “menarik”. Singkatnya dokter ini terkenal akan keakuratan diagnosis yang dia buat. Keakuratan diagnosisnya membuatnya sebagai kepala Departemen Diagnositik di Rumah Sakit tempat ia bekerja. Apa yang membuat dia begitu akurat dalam membuat diagnosis?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Prinsipnya sederhana dia mendiagnosis bukan dengan kata “mungkin”. Dia mendiagnosis dengan sedikit asumsi-asumsi dalam bekerja. Teori apa yang digunakan dia dalam bekerja? kenalkah dengan teori &lt;i style=""&gt;Occam’s Razor&lt;/i&gt; atau &lt;i style=""&gt;Hickam’s Dictum&lt;/i&gt;? &lt;i style=""&gt;Mboh&lt;/i&gt;, saya sendiri tidak pernah membacanya dalam buku-buku kedokteran yang ada selama ini kecuali dalam situs &lt;a href="http://www.housemd-guide.com/"&gt;www.housemd-guide.com&lt;/a&gt;. Ketiga teori tersebut menarik bagi saya untuk dipelajari dan diterapkan dalam praktek di dunia kedokteran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Occam’s Razor&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt; menyatakan bahwa kita dalam hidup harus sedikit mungkin membuat asumsi-asumsi. Intinya dalam mendiagnosis suatu penyakit kita pantang untuk sering kali berkata mungkin sebab dokter bukan dukun dan juga bukan “mungkin” dokter. Dokter adalah seorang &lt;i style=""&gt;scientist&lt;/i&gt;. Ini prinsip! Dalam bekerja dokter harus membuat &lt;i style=""&gt;differential diagnosis&lt;/i&gt; seketika pasien mengeluhkan gejala pertama pada kita. Bukan ketika setelah pemeriksaan fisik lengkap,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hasil lab, foto X-Ray, dan pemeriksaan penunjang datang. Kenapa? Jawabnya sederhana kita tidak mengobati hasil lab, foto X-Ray, dan pemeriksaan penunjang dkk. Kita mengobati seorang pasien yang celakanya seorang manusia. Kuncinya pada ANAMNESIS ! Simpel tapi tidak mudah. &lt;i style=""&gt;Occam’s Razor&lt;/i&gt; menyatakan pasien dengan dua keluhan (contoh: demam dan sakit kepala) lebih mungkin dikarenakan oleh satu macam penyakit dibandingkan kedua keluhan tersebut disebabkan oleh dua penyakit berbeda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Dr. Gregory House selalu mengobati pasien berdasarkan satu penyakit. Jika gejala-gejala makin memburuk, kemudian penyakit yang tidak diketahui (&lt;i style=""&gt;unknown disease&lt;/i&gt;) pasiti pengobatannya telah terlewatkan atau salah kasih obat. Tapi hei, bukankah ini semacam pasien dijadikan percobaan yang menghabiskan banyak biaya dan dapat mengancam jiwa pasien, dan dokter akan dapat dituntut oleh hukum?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Tapi tunggu dulu, di satu sisi teori Hickam Dictum menyatakan bahwa pasien dapat memiliki banyak penyakit yang tidak pernah mereka sangka. Singkatnya pasien dengan dua keluhan lebih cenderung memiliki penyebab yang berbeda untuk setiap gejala daripada berasal dari satu proses penyakit. Pasien memilki beberapa penyakit yang sering daripada memilki satu penyakit yang jarang yang dapat menjelaskan banyaknya gejala yang dialaminya. Alasan lainnya beberapa pasien pada gilirannya dapat memilki beragam penyakit dalam satu waktu. Dalam kasus semacam ini beragam kategori diagnosis dapat menyatakan penyebabnya sendiri-sendri daripada satu sumber; sebagai contoh pasien dengan Hepatitis B atau HIV pada awalnya dapat terdiagnosis ia &lt;i style=""&gt;common cold&lt;/i&gt; atau pneumonia atau penyakit jantung atau lainnya, di mana penyakit ini dapat muncul bersamaan. Dengan demikian tampaknya teori &lt;i style=""&gt;Hickam’s Dictum&lt;/i&gt; memberikan keseimbangan terhadap prinsip penggunaan teori &lt;i style=""&gt;Occam’s Razor&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam membuat diagnosis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Jadi bukankah tidak masalah ketika pada awal perjalanan penyakit pasien kasih obat &lt;i style=""&gt;common cold&lt;/i&gt;,&lt;i style=""&gt; pneumonia&lt;/i&gt;, atau sakit jantung, namun ketika tidak sembuh-sembuh maka harus berpikir apakah ada penyakit utama yang terlewat? Kuncinya pada apakah problem utama pasien!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Dr. House merupakan dokter yang istimewa dan luar biasa karena ia dapat memakai teori &lt;i style=""&gt;Occam’s Razor &lt;/i&gt;dan Hickam’s Dictum dengan tepat dalam mendiagnosis bahkan pada kebanyakan penyakit yang tak jelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Namun perhatikan bagaimana Dr. House bekerja mencari solusi. Seorang pasien datang dengan keluhan yang masih samar-samar. Keluhan ini menyebabkan keluhan yang lainnya yang kemudian mengakibatkan &lt;i style=""&gt;seizure&lt;/i&gt;, reaksi alergi, atau gagal organ sehingga memerlukan tindakan lebih lanjut. Pada pelayanan rumah sakit umum maka langkah-langkah yang ditempuh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol  style="margin-top: 0cm; text-align: justify;font-family:times new roman;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Pasien masuk UGD lalu dikirim ke      bagian terkait dengan kelainan yang ditemukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Pasien dievaluasi oleh residen      (dan kemungkinan juga koas)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Residen menampilakan hasil      anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan lab ke dokter kepala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Dokter kepala akan mengulang      aspek-aspek yang berhubungan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik dan      kemungkinan merubah rencana pengobatan dari residen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Pada kerja Dr. House tidak ada residen yang ada adalah “&lt;i style=""&gt;fellow&lt;/i&gt;”, dokter penyerta. Langkah tim Dr. House bekerja:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol  style="margin-top: 0cm; text-align: justify;font-family:times new roman;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Pasien dipindahkan ke tim Dr.      House dari tempat siapa saja &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Satu “&lt;i style=""&gt;fellow&lt;/i&gt;” melakukan anamnesis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Satu melakukan pemeriksaan fisik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Dr. House membuat sejumlah      daftar &lt;i style=""&gt;differential diagnosis&lt;/i&gt;      dan meminta melakukan beberapa pemeriksaan lab atau penunjang yang dapat      mengecilkan jumlah &lt;i style=""&gt;differential      diagnosis&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Dr. House bekerja seperti menyusun sebuah &lt;i style=""&gt;puzzle&lt;/i&gt; dan itulah bagaimana kerja seorang dokter. Kita bekerja berdasarkan teori tetapi dalam menggali informasi jangan terlalu teoritis sebab yang kita hadapi celakanya adalah manusia. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terdapat guyonan dalam dunia kedokteran:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;An internist, a pathologist, and a family physician go duck hunting. They see an animal that resembles a duck. The internist says, "Let me run some tests to prove that it's not a goose or a rabbit and only then will I proceed to shoot it." The pathologist says, "I'll kill it now and then figure out what it is." The family physician says, "I'm not quite sure what it is, and I don't really care. I have a gun and I'm killing it."&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;Apa yang membuat seorang ahli dalam mendiagnosis adalah kemampuan untuk mempertahankan pandangan di samping mempertahankan pengetahuan yang luas. Terkadang batuk adalah akibat suatu angioedema herediter akibat defisiensi C1 esterase inhibitor, namun terkadang batuk hanyalah sekedar batuk. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;“It is in the nature of medicine that you are gonna screw up you are gonna kill someone. If you can't handle that reality, pick another profession. Or finish medical school and teach.” Gregory House M.D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7175757996508356936-2657192245541175804?l=medicalexperiencelearning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/feeds/2657192245541175804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7175757996508356936&amp;postID=2657192245541175804' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/2657192245541175804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7175757996508356936/posts/default/2657192245541175804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://medicalexperiencelearning.blogspot.com/2008/07/dr-house-is-he-great-diagnotician.html' title='1st Note: First Experience, First Principle...'/><author><name>Medical Experience Learning</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06474879544762481136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_6S18_lIaA1Y/S_i6KZivmXI/AAAAAAAAABY/EJclV28TbMc/S220/DSCN3174.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
